Rudiantara Ingin Saksikan Musisi Favoritnya

Di tengahnya kunjungannya ke booth yap BNI, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2018, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/3/2018) Menteri Komunikasi serta Informatika Rudiantara tertarik melihat perform Tohpati yang manggung pada sore hari ini.

Sebenarnya Rudiantara tidak spesial melihat musik. Tetapi, dia menyebutkan kehadirannya ke perhelatan ini karna undangan dari manajemen BNI. Mumpung disini, dia menginginkan melihat musisi favoritnya Tohpati. ” Saya menginginkan nonton Tohpati soalnya mainnya bagus. Tangannya itu lincah memainkan gitar, ” katanya.

Baca Juga : belajar petikan gitarkunci gitar

Terkecuali Tohpati, Rudiantara belum juga tertarik melihat perform artis yang lain karna untuk dia selera musik setiap orang tidak sama. Dengan hal tersebut, tidak bisa dipaksakan.

Waktu disinggung genre musik favoritnya, Rudiantara mengakui suka dengan musik-musik seperti Slank serta Linkin Park.

Dalam peluang ini, Rudiantara berkunjung ke booth yap! punya BNI. Dalam kunjungannya ini Menkominfo menjajal service aplikasi Cinta punya BNI.

Baca Juga : panduan chord gitar

Cinta yaitu aplikasi berbasiskan kecerdasan virtual yang sangat mungkin nasabah bisa chat dengan computer untuk ajukan pertanyaan mengenai beragam info berkaitan service BNI.

Advertisements

Curtis Steger Bawakan Lagu Dylan

Musisi jazz Curtis Stigers tampak apik di hari ke-3 BNI Java Jazz Festival 2018, Minggu (4/3/2018) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Kesempatan ini dia tampak dengan orkestra Danish Radio Big Band.

Tampak dengan tuksedo komplit, Stigers sukses mengajak beberapa pemirsa bernostalgia dengan lagu-lagu mendiang penyanyi Frank Sinatra serta Bob Dylan. Uniknya, dia membawakan lagu Dylan ‘Don’t Think Twice, It’s Alright’ dengan style bernyanyi Sinatra.

” Saat mengambil keputusan membawakan lagu ini, saya memikirkan bagaimana bila Sinatra meng-cover lagu Dylan, ” tuturnya.

Baca Juga : kunci gantung gitarbelajar otodidak

Diluar itu dia juga membawakan lagu ‘Hooray For Love’ yang dipopulerkan oleh musisi Ella Fitzgerald, ‘Summer Wind’ karya musisi Johny Mercer yang dieilis pada 1965. Pada sebagian peluang dia juga tidak cuma tampak dengan bernyanyi, namun juga memainkan saksofon.

Tidak lupa, dia juga membawakan sebagian lagu ciptaannya sendiri seperti ‘You’ve Got The Fever’ serta ‘I Wonder Why’. Lagu ‘I Wonder Why’ yaitu lagu yang mengorbitkan namanya di panggung musik jazz dunia waktu lagu itu jadi lagu hits nomor 5 di Inggris serta nomor 9 di Amerika Serikat.

Stigers yaitu musisi kelahiran Idaho, Amerika Serikat yang mulai karir bermusiknya dengan memainkan musik jazz serta blues. Dia dikenal juga ahli memainkan alat musik klarinet serta saksofon.

Baca Juga : cara stem gitar

Karirnya makin berkembang jadi musisi waktu geser ke New York. Di sana dia mengikat kontrak dengan Artista Records yang mengorbitkannya dalam format band trio. Dengan label rekaman itu dia hasilkan dua buah album, termasuk juga salah satunya album Self Titled yang sukses jadi album multi-platinum.

Dalam bermusik dia banyak di pengaruhi oleh musisi Gene Harris. Keduanya seringkali melakikan session jamming dengan di Idanha Hotel, Idaho. Lagu ‘Swingin Down at Tenth and Main’ dibuatnya untuk menghormati sang mentor.

The Rollies Hadirkan Reinkarnasi di BNI Java Jazz

Pemain trombon Benny Likumahuwa menunjukkan dianya masih tetap energik serta berstamina waktu tampak dengan bandnya The Rollies pada hari ke-3 BNI Java Jazz Festival 2018, Minggu (4/3/2018) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Walau telah berumur 71 th., Benny dengan penuh semangat memainkan trombon ataupun isi nada backing vokal untuk mensupport nada sang vokalis paling utama Alfredo Ayal yang tampak dengan pakaian bertuliskan ‘Sopi Mayang’ serta baju putih jadi outer.

Benny di kenal jadi pemberi warna baru didalam style bermusik band itu. Sebelumnya dianya masuk pada akhir 1960, band itu cuma membawakan lagu-lagu barat dari band Beatles, Rolling Stone, maupun Bee Gees.

Saat Benny masuk, nuansa bermusik mereka jadi lebih berwarna dengan sentuhan jazz fan funk yang kental. Mulai sejak itu juga band itu mulai memasuklan instrumen alat musik tiup kedalam lagu-lagu mereka.

Baca Juga : teknik dasar melodi gitarteknik dasar

Petang itu, mereka berdua tampak dengan beberapa pemain band yang lain dari The Rollies, yaitu drummer Jimmy Manopo, bassis Oetjie F. Teko, gutaris Masri Piliang, pemain saksofon TZ Iskandar, serta pemain trompet Hendro Triawan.

Nada tinggi Alfredo mewarnai sendiri pada permainan musik band yang dibangun di Bandung pada 1967 itu. Lagu ‘Kemarau’ yang dilaunching pada 1979 dibawakan The Rollies dengan lagu-lagu yang lain seperti ‘Makes Me Smile’, ‘Kau yang Kusayang’, ‘The Love a Woman’, serta ‘We’ve Got to Live’.

Pada lagu ‘We’ve Got to Live’ Benny kembali tunjukkan kekuatan vokalnya. Mendekati akhir repertoar, mereka merubah tempo jadi lebih lambat dalam ketukan blues 12 bar. Dia lalu sahut-sahutan bernyanyi dengan Alfredo.

Masuk pertengahan pertunjukan, mereka mendatangkan surprise untuk pemirsa dengan mengundang penyanyi Marten Legar. Sosok memiliki rambut ikal panjang itu rupanya mempunyai nada yang begitu serupa dengan bekas vokalis The Rollies mendiang Bangun Sugito atau yang lebih di kenal dengan nama Gito Rollies.

Baca Juga : kunci dasar gitar

” Suaranya senantiasa mengingatkan saya pada alamarhum Gito Rollies, ” kata Alfredo.

Marten serta Alfredo juga berduet membawakan lagu ‘Astuti’ yang dilaunching pada 1983. Lagu itu diaransemen kembali sampai terdengar lebih funk serta jazz. Keduanya sukses mengajak pemirsa yang ada menyanyikan dengan lagu itu. ” O… Astuti… Tuti tuti Si Cantik Jelita ” juga menggema di Avrist Hall.

Karena sangat miripnya nada Marten dengan Gito, beberapa pemirsa tidak ikhlas dia turun panggung lebih awal. Dari yang semula cuma direncanakan membawakan satu lagu, Marten pada akhirnya bernyanyi kembali dengan The Rollies dengan membawakan lagu ke-2 yang berjudul ‘Burung Kecil’.

Lauv Kaget Manggung di Java Jazz Festival

Jerit pemirsa beberapa pemirsa pecah waktu penyanyi Lauv keluar diatas panggung BNI Hall, Jakarta International BNI Java Jazz Festival di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/3/2018).

Tampak di panggung khusus, penyanyi bernama komplit Ari Straprans Leff ini menyihir penggemarnya dengan lagu-lagu andalannya.

Menariknya, sebelumnya tampilan Lauv diawali beberapa pemirsa disuruh menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh panitia.

Setelah itu sorot lampu segera menghadap ke panggung. Tampak Lauv berdiri di bagian panggung. Sontak beberapa pemirsa yang sebagian besar wanita ini berteriak histeris. Lauv selekasnya mulai performnya dengan membawakan lagu berjudul Paris. Pemirsa juga turut bernyanyi dengan.

Baca Juga : cara main gitarbelajar melodi gitar

Tidak diberi kendur, Lauv segera meneruskan aksinya dengan menyanyikan lagu berjudul Comfortable. Lagu berwarna elektronic dance ini, Lauv mengajak pemirsa untuk berdansa ikuti alur musik. Kadang-kadang dia mendekati ke arah pemirsa yang buat mereka lebih histeris.

” Jakartaaa. Oh Tuhan, ” kata Lauv yang terlihat kaget lihat tanggapan pemirsa yang begitu ketertarikan.

Lauv menyebutkan, berikut tampilan pertamanya di Indonesia. Dia meras suka bisa menghibur beberapa penggemarnya disini serta mengharapkan bisa kembali tampak. ” Terima kasih banyak semua, ” tuturnya yang diterima jeritan beberapa pemirsa.

Penyanyi yang berhasil cetak hit Spotify Global Top 50 Chart ini kembali meneruskan performnya dengan menyanyikan lagu-lagu andalannya seperti Reforget, A Different Way, Come Back Home, Question, Easy Love, serta Adrenaline.

Baca Juga : kunci dasar drum

Selama penampilannya, Lauv menyodorkan tindakan panggung yang memukau. Dentuman-dentuman musik elektroniknya sukses menghipnotis beberapa pemirsa.

Lauv juga menyuguhkan lagu pamungkasnya lewat lagu berjudul I Like Me Better. Kesempatan ini pemirsa yang umumnya wanita semakin menjadi-jadi. Mereka berteriak histeris serta ikur bernyanyi dengan pujaannya. Ya lewat lagu berikut Lauv melejit serta memberi warna tangga-tangga lagu dunia.

Duet Maut Gugun Blues Shelter dan Tony Monaco

Band blues Gugun Blues Shelter sukses memberi warna berlainan pada gelaran BNI Java Jazz Festival 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/3/2018). Mereka menghadirkan permainan southern blues ala Stevie Ray Vaughan di panggung Kopi Kapal Api Hall.

Gitaris sekalian vokalis mereka Gugun berulang-kali memukau pemirsa dengan permainan solonya yang cepat serta gahar. Nada gitar Fender Stratocaster yang kering terdengar renyah berpadu dengan ketukan drum serta betotan bass dari Fajar Nugroho Bowie.

Mereka membawakan lagu-lagu mereka seperti ‘Soul on Fire’ serta ‘It’s Time to Rule the World’. Saat bermain, Gugun sekian kali memejamkam matanya serta terbawa dalam kesenangan permainannya sendiri.

Baca Juga : cara stem gitar untuk pemulabelajar gitar

Masuk pertengahan pertunjukan Gugun mengundang pemain organ Tony Monaco ke atas panggung. Kemunculannya langsunh diterima Gugun dengan tampilan duel diatas panggung. Permainan gitar eksplosif nan bertenaga dari Gugun berpadu dengan permaian Monaco yang ekspresif.

Nada organ Hammond B-3 Monaco yang ciri khas Chitlin Sirkuit memberi nuansa berlainan pada lagu-lagu Gugun Blues Shelter setelah itu. Mereka bekerjasama dalam ‘Hitam Membiru’, ‘So Lonely’, serta ‘Mission’.

Diluar itu, mereka juga bekerjasama dalam lagu ‘She’s Sweet Looking Woman’. Lagu ini, terang Gugun yaitu lagu paling baru mereka yang belum juga sempat dipertunjukkan di manapun terlebih dulu.

” Lagu baru ini juga akan dilaunching dalam format digital pada akhir bln. Maret kelak, ” paparnya.

Tampilan Monaco dalam panggung kerjasama di BNI Java Jazz Festival kesempatan ini yaitu tampilan ketiganya. Terlebih dulu dia tampak pada hari ke-2 dalam panggung kerjasama dengan gitaris jazz Oele Pattiselano, serta drummer Cendy Luntungan.

Baca Juga : bermain kunci gantung

Dia memulai karirnya jadi oemain organ untuk satu klab jazz di Colombus, Ohio, Amerika Serikat. Dia lalu memperoleh peluang untuk bermain di klab jazz punya Jimmy Smith. Dari sana karirnya mulai bercahaya.

Dalam satu tahun lebih paling akhir dia mengadakan tour keliling dunia dengan gitaris jazz Pat Martino. Dengan Martino, dia juga sudah keluarkan sebagian album rekaman.

Hingga sekarang ini, Monaco paling tidak sudah keluarkan 8 album rekaman yang dilaunching dengan internasional. Diluar itu, dia dikenal juga jadi pengajar musik dengan on-line. Dia meningkatkan alur pendidikan musik personal berbasiskan on-line.